Bab 2 VIRTUAL PRIVATE SERVER

Bab 2 VIRTUAL PRIVATE SERVER








VIRTUAL PRIVATE SERVER








KOMPETENSI INTI








3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-dasar Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.








4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-dasar Teknik Komputer dan Informatika Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.








Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.








Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.








KOMPETENSI DASAR








3.12 Mengevaluasi Virtual Private Server.








4.12 Mengkonfigurasi Virtual Private Server.








APERSEPSI








Dalam sebuah server dijalankan beberapa sistem operasi yang nantinya bisa digunakan oleh masing-masing pengguna server secara private. Sistem operasi yang dijalankan dalam server tersebut bisa bervariasi, mulai dari Linux hingga Windows OS. Karena server ini menggunakan mode virtual, maka para pengguna VPS ini akan memiliki jatah sumber daya server sendiri, mulai dari prosesor, RAM, Harddisk dan lain sebagainya. Dan tentunya VPS ini akan lebih aman dari gangguan jika ada pengguna lain yang nakal dibandingkan dengan shared hosting. VPS (Virtual Private Server) cocok digunakan bagi pemilik situs yang memiliki pengunjung web/blog dengan angka di atas lima digit (sudah mencapai puluhan ribu pengunjung). Tetapi, berhubung dengan VPS mendapatkan sumber daya server dengan alokasi hardware tersendiri, maka biaya sewanya juga lebih mahal dibandingkan dengan shared hosting.






Gambar 2.1 Virtual private server




https://blog.eramedia.net/wp-content/uploads/2017/12/VPS-server-1-1024x500.jpg












AYO PAHAMI








A. Evaluasi Virtual Private Server








VPS (Virtual Privat Server) identik dengan teknologi server side tentang sistem operasi dan perangkat lunak yang memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas besar dibagi ke beberapa virtual mesin. Secara umum, VPS dibagi menjadi beberapa VM (Virtual Machines), di mana disetiap VM berupa "Virtual Server" yang dapat di instal pada sistem operasi tersendiri. Setiap virtual mesin melayani sistem operasi dan perangkat lunak secara mandiri dan dengan konfigurasi yang cepat. Secara global VPS sering digunakan untuk cloud computing, software bot, menjalankan software robot forex (untuk trading), dan lain-lain. Namun demikian, terdapat kelebihan VPS dibanding dedicated server antara lain VPS lebih fleksibel dan hanya membayar resource yang dibutuhkan (jika kebutuhan meningkat, dapat di upgrade tahap demi tahap). Sedangkan kelemahan dari VPS sedikit lambat jika dijalankan di PC/laptop. Sebab, kecepatan internet user dalam mengakses VPS tersebut, sedangkan VPS sudah bekerja dengan baik pada kecepatan tinggi dalam melakukan proses ke internet.






Gambar 2.2 Virtual Privat Server




http://2.bp.blogspot.com/-q49Zjif51Nw/UmjsM55PC0I/AAAAAAAAAKg/hGJbYfQGbq4/s1600/VPS.png












1. Jenis Virtual Private Server (VPS)








Traffic visitor website sudah membesar secara tidak langsung akan memperberat shared hosting yang digunakan. Sebab bertambahnya pengunjung blog akan berdampak besar terhadap bandwidth hosting sehingga rasanya tidak mungkin lagi menggunakan shared hosting/cloud hosting dengan bandwidth yang terbatas. Oleh sebab itu, keberadaan Virtual Private Server (VPS) dapat membantu dalam memaksimalkan bandwidth, hardisk, serta mempercepat loading blog. Selain itu, dengan sebuah VPS sudah lebih dari cukup untuk menampung visitor website tersebut dengan asumsi jumlah visitor website masih terhitung puluh ribuan. Dengan demikian, hal tersebut tidak berlaku jika visitor website sudah mencapai level jutaan.






Gambar 2.3 Traffic pengunjung website http://forum-animeindo.com/wp-content/uploads/2016/03/cara-mengetahui-traffic-visitor-pengunjung-page-view-unique-visitor-di-wordpress-dengan-dan-tanpa-plugin-6.png




Jenis-jenis VPS di masa sekarang antara lain sebagai berikut.




a. OpenVZ




OpenVZ adalah jenis VPS menggunakan sistem operasi yang bekerja pada shared kernel yang biasa digunakan oleh website-website golongan menengah ke bawah, tetapi jarang digunakan oleh website yang sudah sangat terkenal. Bahkan, penggunaan resources OpenVZ ini juga cenderung lebih rendah dari VPS-VPS lainnya. Tidak heran jika penyedia layanan hosting menjualnya lebih mahal.




b. KVM (Kernel Based Virtual Machine)




Salah satu keunggulan paling mencolok VPS ini dibandingkan dengan OpenVZ adalah bisa langsung berinteraksi dengan hardwarenya, sedangkan OpenVZ harus menggunakan sistem operasi untuk dapat terhubung atau berkomunikasi. Oleh sebab itu, apabila memerlukan visualisi server penuh, maka KVM menjadi pilihan VPS yang patut dicoba.




c. HVM (Hardware Virtual Machine)




Pada dasarnya, virtualisasi HVM (Hardware Virtual Machine) berada ditingkat kernel. Bahkan, HVM juga membebaskan penggunanya untuk menggunakan hardware secara penuh. Fitur-fitur keunggulan yang disediakan oleh HVM juga membuat website-website besar menyukai VPS kategori ini.


d. Hyper V




Hyper V atau biasa disebut Microsoft Hyper-V ini adalah jenis virtualisasi VPS yang sangat cocok untuk Windows OS. Namun, biaya VPS ini lebih mahal dibandingkan dengan yang lain dan belum termasuk membayar lisensi Windows OS-nya.








2. Prinsip Dasar VPS








VPS sebagai metode unik dalam membagi sumber daya (resource) sebuah server menjadi beberapa server virtual. Server virtual tersebut memiliki kemampuan menjalankan operating system sendiri seperti halnya sebuah server. Bahkan dapat me-reboot sebuah server virtual secara terpisah (tidak harus mem-reboot server utama). Di samping itu, user dapat mengendalikan VPS dengan Remote Access Dekstop (pengendali jarak jauh) menggunakan aplikasi seperti Terminal untuk Linux OS dan Putty bagi yang menggunakan Windows OS. Beberapa prinsip-prinsip dasar VPS di antaranya sebagai berikut.








a. VPS bekerja seperti sebuah server yang terpisah.








b. VPS memiliki processes, users, files dan menyediakan full root access.








c. Setiap VPS memiliki IP address, port number, tables, filtering dan routing rules sendiri.








d. VPS dapat melakukan configurasi file untuk sistem dan aplikasi software.








e. Setiap VPS dapat memiliki system libraries atau mengubah menjadi salah satu system libraries yang lain.








f. Setiap VPS dapat delete, add, modify file apa saja, termasuk file yang ada di dalam root, dan menginstall software aplikasi sendiri atau menkonfigurasi root application software.








Sebuah VPS, resource server yang alokasikan adalah meliputi CPU Core, CPU Usage, RAM, dan Storage (ruang penyimpanan). Spesifikasi sebuah VPS dapat diketahui dari segi hard disk, memory, jenis prosesor, mau pun pilihan sistem operasi (Windows, Linux, dan lain-lain). VPS sudah terhubung dengan internet selama 24 jam dengan kecepatan tinggi agar setiap user bisa dengan mudah mengaksesnya. VPS biasanya diakses melalui komputer pribadi menggunakan software Remote Desktop Connection (RDC) yang sudah tersedia di Windows OS. Selain itu, VPS dilengkapi dengan pengaturan sendiri untuk init script, users, pemrosesan, filesystem dan lain-lain. VPS bekerja seperti sebuah server yang terpisah memiliki processes, users, files dan menyediakan full root access. Setiap VPS memiliki IP address, port number, tables, filtering dan routing rules sendiri. VPS juga dapat melakukan configurasi file untuk sistem dan aplikasi software. Dengan VPS sebagai pengguna tidak perlu lagi merawat Server Virtual ini, karena perusahaan penyedia VPS akan merawat secara berkala serta mengupgrade OS, RAM, dan lain-lain.






Gambar 2.4 VPS




http://en.nineweb.co.th/images/vpshosting.jpg






VPS memiliki berbagai fungsi dan kegunaan sebagai berikut.








a. Web Hosting








Salah satu penggunaan yang populer VPS adalah untuk menyediakan web hosting. Virtual Private Server sangat tepat untuk level menengah dan situs web, di mana aplikasi membutuhkan konfigurasi yang spesifik dan hanya bisa dilakukan oleh super user. Penggunaan ini juga cocok untuk memulai bisnis web hosting dengan anggaran yang terbatas namun layanan dengan yang berkualitas.








b. Backup Server








Kebutuhan backup server untuk menjamin layanan selalu berjalan normal menjadi hal yang sangat penting. Backup server ini bisa meliputi situs web, surel, berkas, dan basis data. Semua layanan ini berada dalam kondisi fisik dan logical yang terpisah sehingga meminimalisasi kerusakaan atau kehilangan data.




c. File server atau storage server








Sebagai file server atau storage server di mana kita bisa menyimpan file dan data melalui ftp dan http.








d. Sebagai server remote desktop








Sebagai server remote desktop, di mana bisa mendownload dan mengupload file secara remote, menjalankan aplikasi forex, bot/robot & automation, maupun spinner.








e. Sebagai host server untuk VPN dan Tunneling.








f. Application Hosting Dengan Virtual Private Server








Memungkinkan untuk membangun custom mission critical software tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu mahal. Melakukan outsource development aplikasi juga sudah menjadi trend untuk menghemat biaya sehingga investasi jauh lebih efisien.








g. Development/Test Environments








Virtual Private Server juga membantu untuk melakukan serangkaian development testing secara efisien, beberapa sistem operasi dan alamat IP publik dengan mudah bisa dilakukan, koneksi secara remote untuk reboot dan penggantian interface cukup dilakukan dengan cepat, sama seperti halnya memiliki 1 rak yang penuh dengan server testing.








h. Educational Outpost








Virtual Private Server menjadikan ajang untuk bereksperimen UNIX Operating System dengan berbagai macam distribusi sekaligus. Membuat proses ekperimen lebih beragam dan lebih mudah membandingkannya.








3. Penyewaan VPS








VPS dapat dibagi menjadi beberapa VM (Virtual Machines), di mana disetiap VM berupa "virtual server" yang dapat diiinstall sistem operasi tersendiri sehingga VPS terasa seperti sebuah dedicated server. Dibanding dengan shared hosting, menyewa VPS akan mendapatkan resource yang lebih baik sehingga tidak terganggu jika ada problem pada website yang dikelola. Selain itu VPS mendapatkan root akses sehingga lebih leluasa dalam mengkustomasi server sesuai kebutuhan Anda.




Penyewaan VPS dikategorikan menjadi sebagai berikut.








Ketika memutuskan untuk membangun sebuah website atau blog untuk kepentingan komersial, sangat disarankan untuk menyewa VPS, Karena VPS sangat membantu kinerja dalam mengelola website, bahkan memiliki kesanggupan lebih dari satu website. Khususnya bagi para web developer yang memiliki domain dalam jumlah banyak tentu sangat membutuhkan kustomisasi untuk berbagai macam aplikasi yang digunakan. Pengertian Virtual Private Server (VPS) bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin membangun domain-domain tersebut, VPS juga sangat cocok bagi yang mengutamakan privasi dalam mengelola sebuah website. Komponen-komponen yang dibutuhkan dalam konfigurasi Virtual Private Server adalah sebagai berikut.








a. Portal/website dengan tingkat kunjungan tinggi








Apabila mengelola satu atau beberapa website dengan tingkat kunjungan sangat tinggi, maka layanan shared hosting tidak lagi cocok. Maka VPS menjadi pilihan paling tepat.








b. Penyedia layanan web hosting








Dalam hal ini bisa jadi penyedia layanan web hosting atau web developer yang menghadirkan layanan hosting sebagai one stop service kepada pelanggan. Terdapat 2 alternatif solusi terhadap kebutuhan yaitu dengan menggunakan layanan Reseller Hosting atau menggunakan layanan Virtual Private Server.








c. Corporate dan pemerintah








Kebutuhan yang paling banyak dijumpai pada segmen corporate adalah e-mail, database dan sistem informasi. Menggunakan VPS lebih memberikan jaminan keamanan karena data dan e-mail perusahaan Anda diletakkan dalam server yang private, terpisah dari pelanggan yang lain. Memungkinkan jaminan privacy dan keamanan yang lebih tinggi dengan biaya yang rendah sesuai dengan skala kebutuhan.








d. Web developer dan pengembang aplikasi








Dengan menggunakan VPS bebas membuat akun-akun hosting untuk pelanggan, menghadirkan layanan terintegrasi yang tentunya adalah sebuah nilai tambah. Environment VPS juga membuat fleksibelitas mengatur sendiri server sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang dikembangkan.








e. TV/Radio untuk audio video streaming








VPS menyediakan audio atau video streaming tanpa harus menggunakan dedicated server. Selain itu VPS juga dapat di upgrade menyesuaikan kebutuhan dari sisi RAM, CPU usage dan kapasitas simpannya.








f. Aplikasi khusus








Biasanya menggunakan dedicated server untuk menginstall aplikasi-plikasi khusus seperti Map Server, VOIP, OpenERP, game server dan lain-lain. Kini cukup menggunakan VPS dengan harga yang pasti jauh dibawah dedicated server.








4. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih VPS di Indonesia








Hosting server Indonesia berupa komputer server yang digunakan untuk menyimpan data, umumnya untuk webpage yang terletak di Indonesia sehingga lazim disebut sebagai Indonesia Internet Exchange (IIX). Beberapa implementasi hosting server IIX Jakarta antara lain tidak dapat dipengaruhi oleh kondisi konektivitas internasional dari ISP Indonesia yang digunakan oleh para klien, cepat bila diakses dari Indonesia karena rena routing-nya tergolong pendek, bandwidth internasionalnya relatif lebih kecil sehingga pengiriman e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo! atau Hotmail maupun Gmail tidak secepat hosting server US (dari Amerika), serta relatif lebih lambat apabila diakses dari luar negeri.




 






Gambar 2.5 IIX Network Configuration




http://www.iix.net.id/images/MasterPlanIIX-2005.jpg




Beberapa komponen-komponen pada VPS yang sangat penting dalam menentukan keberlangsungan hidup startup/perusahaan sebagai berikut.






a. HDD








Saat memilih VPS, harus perlu mempertimbangkan jenis HDD apa yang akan digunakan. Hal ini membuktikan bahwa hard disk menjadi faktor yang sangat penting dalam mempertimbangkan provider VPS di Indonesia. HDD (Hard Disk Drive) identik dengan piringan khusus sebagai media penyimpanan dasar yang non-volatile (data tidak akan hilang ketika komputer dalam keadaan mati) pada komputer. HDD secara material identik dengan piringan metal yang memiliki lapisan magnet. Lapisan itulah yang menjadi tempat penyimpanan data. Sebuah head read / write bisa mengakses data yang tersimpan ketika piringannya berputar. Secara umum ada tiga tipe utama dari HDD yang tersedia ketika memilih VPS sebagai berikut.








1) SATA (Serial Advanced Technology Attachment)








SATA berupa cakram yang cukup handal dengan kapasitas penyimpanan yang tinggi tetapi dengan kemampuan baca / tulis yang lebih lambat. Biasanya digunakan untuk budget hosting terbatas atau backup saja.








2) SAS (Serial Attached SCSI)








SAS memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding SATA, hard drive perusahaan dapat beroperasi lebih cepat dengan kinerja baca / tulis yang lebih tinggi tetapi kapasitas penyimpanannya lebih rendah.




3) SSD (Solid State Drive).








SSD menawarkan kemajuan besar melalui disk mekanik dalam hal kinerja yang sangat bisa diandalkan. Bisa dikatakan bahwa SSD identik dengan teknologi penyimpanan data masa depan.








b. Operating System (OS)








Prosedur dalam memilih sistem operasi (operating system) dan VPS secara umum akan tersedia dalam waktu maksimal dua menit dengan berbagai pilihan Sistem Operasi (OS) yang ditawarkan, diantaranya CentOS, CloudLinux, Debian, Ubuntu, Fedora, Gentoo, Red Hat Enterprise Linux, FreeBSD, dan OpenSUSE.








c. Backup








Saat memilih VPS sangat penting untuk memiliki strategi cadangan. Backup tidak hanya terkait keamanan dalam hal memulihkan data kalau terjadi masalah pada hardware server, tetapi juga penting jika data tidak sengaja terhapus. Provider tidak melakukan backup pada website client mereka, sehingga satu kegagalan hardware yang merupakan kesalahan provider VPS tersebut, harus ditanggung oleh client yang sudah susah payah mengembangkan bisnisnya.








d. Lokasi








Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Teransaksi Elektronik pasal 17, setiap website yang menyimpan data-data keuangan dan digunakan untuk pelayanan publik, wajib menggunakan datacenter di Indonesia. Oleh sebab itu, hal yang tidak kalah penting saat memilih VPS adalah pemilihan lokasi VPS untuk website utama mau pun untuk backup sebaiknya memilih lokasi yang terdekat dengan pelanggan website.




B. Konfigurasi Virtual Private Server Pada dasarnya VPS (Virtual Private Server) hampir sama dengan web








hosting, bedanya dengan web hosting adalah memiliki kebebasan menentukan sistem operasi yang akan digunakan dan bisa memilih aplikasi/sotfware apa saja yang akan diinstal pada VPS tersebut. Sedangkan web hosting hanyalah sebuah layanan yang menyewakan space untuk aplikasi berbasis web dengan akses dan resources yang terbatas. Dengan alasan kemudahan, banyak orang yang memilih cara ini untuk menangani pengunjung blog (blog visitor). Tetapi jika ingin menghemat biaya untuk menyewa sebuah hosting, sebaiknya mengupgrade web hosting ke VPS, karena menyewa sebuah VPS dengan spesifikasi hampir sama dengan paket enterprise web hosting akan jauh lebih murah, dan akan diuntungkan dengan pemberian bandwidth hingga ribuan giga perbulannya. Tetapi minimal harus sedikit paham tentang dasar-dasar Command Line pada Linux untuk mengatur agar VPS tersebut bisa digunakan untuk keperluan web hosting.




1. Software yang Harus di Install








Sentral control panel seperti cPanel, Webuzo, atau pun EHCP akan lebih mudah dalam mengelola sebuah website dan tidak perlu menginstall kembali aplikasi Apache, MySQL phpMyAdmin, dan PHP karena secara otomatis akan terinstal dengan sendiri. Tetapi kekurangannya adalah membutuhkan spesifikasi VPS yang memadai guna menjalankan control panel tersebut. Semuanya akan terasa mudah jika terbiasa bergelut dengan CLI (Command Line Interface) dengan menggunakan basis teks atau shell/command prompt saja. Guna memenuhi kebutuhan hosting sebuah server harus terinstall beberapa piranti lunak (software) yang sering diistilahkan sebagai LAMP (kependekan dari Linux, Apache, MySQL, PHP). Piranti lunak (software) yang diperlukan sebagai berikut








a. Apache








Software Apache pada umumnya sudah terinstall pada saat menyewa VPS agar file HTML dan folder bisa dibuka melalui komputer lain (internet) menggunakan web browser. Aplikasi jenis ini mutlak dibutuhkan jika ingin menggunakan VPS sebagai web hosting. Apache merupakan sebuah web server yang nantinya bertanggung jawab untuk dalam menangani request-response http. Perintah yang digunakan untuk instalasi Apache2 sebagai berikut.








apt-get install apache2








Sela

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL LATIHAN UKK 2026 #2

TUGAS ASJ

LATIHAN SOAL DEDICATED HOSTING SERVER #4